Makassar || Daftar Hitam News.Id — Sebuah video yang diunggah oleh akun TikTok @brangkas.indo menjadi viral setelah mengungkap dugaan skandal pengoplosan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite menjadi Pertamax. Dalam video tersebut, disebutkan bahwa sebanyak sembilan orang telah ditetapkan sebagai tersangka, termasuk seorang direktur PT Pertamina Patra Niaga serta anak dari pengusaha minyak ternama, Riza Chalid.
Berdasarkan keterangan para tersangka dalam video itu, operasi ilegal ini disebut-sebut mendapat perintah dan perlindungan dari Boy Thohir, kakak dari Menteri BUMN Erick Thohir. Selain itu, nama Komjen Karyoto, mantan Kapolda Metro Jaya sekaligus mantan deputi penindakan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), juga dikaitkan dalam jaringan ini.
Kasus ini semakin memanas setelah muncul dugaan konflik antara Kejaksaan Agung (Kejagung) dan KPK. KPK dikabarkan telah mengantongi berbagai kebobrokan di tubuh Kejagung dan siap mengambil tindakan tegas jika Kejagung terus mengusut kasus oplosan Pertamina. Situasi ini diduga membuat Kejagung mengubah pernyataan awal mereka, dari istilah “oplosan” menjadi “blending” untuk meredakan ketegangan.
Selain dugaan keterlibatan pejabat tinggi, kasus ini juga menyeret nama Fahd Rafiq dan Husein, yang disebut-sebut sebagai juru bayar. Keduanya diduga menyetorkan dana sebesar Rp50 miliar per bulan masing-masing kepada Boy Thohir dan Erick Thohir. Sementara itu, Komjen Karyoto disebut menerima Rp25 miliar per bulan sebagai “sumbangan” untuk mengawal proses pengiriman BBM oplosan yang diproduksi oleh jaringan sembilan tersangka yang telah ditetapkan oleh Kejagung.
Lebih lanjut, dalam video itu disebutkan bahwa aliran dana tersebut dilakukan melalui Arya Sinulingga, yang merupakan Staf Khusus Menteri BUMN Erick Thohir. Arya diduga berperan dalam mengamankan transaksi guna menghindari sorotan publik serta penegak hukum.
Publik Menunggu Ketegasan Presiden Prabowo
Skandal ini menambah daftar panjang kasus korupsi yang menjadi perhatian publik. Ketua LSM PAKAR turut menyoroti janji Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya menegaskan akan memberantas seluruh bentuk korupsi selama masa kepemimpinannya.
Pertanyaan besar yang muncul adalah apakah komitmen ini dapat terealisasi dalam lima tahun ke depan, ataukah hanya menjadi bagian dari janji politik yang sulit diwujudkan. Masyarakat kini menunggu langkah nyata dari Presiden Prabowo dalam menindak tegas para pelaku korupsi, terutama yang melibatkan tokoh-tokoh berpengaruh.
Publik berharap ada gebrakan serius dalam pemberantasan korupsi di berbagai sektor, bukan hanya retorika politik semata. Dalam beberapa waktu ke depan, kebijakan dan tindakan nyata dari pemerintahan Presiden Prabowo akan menjadi penentu sejauh mana komitmen tersebut benar-benar ditegakkan.
Masyarakat kini menantikan aksi konkret, bukan sekadar wacana. Apakah Presiden Prabowo mampu memenuhi janjinya dalam lima tahun ke depan? Semua mata tertuju pada kebijakan dan langkah strategis pemerintahannya.
(Sumber: Video TikTok @brangkas.indo)
Lp: Galang