Gowa || Daftar Hitam News.Id — Jagat media sosial kembali dihebohkan dengan beredarnya video aksi pengeroyokan yang dialami seorang siswa SMA di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
Insiden yang terjadi baru-baru ini itu diduga melibatkan sejumlah siswa dari salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di wilayah setempat.
Dalam rekaman yang beredar luas, tampak korban yang masih berseragam sekolah dikerumuni beberapa pelajar lain hingga tak berdaya.
Aksi tersebut sontak menuai kecaman dari masyarakat dan memunculkan kekhawatiran akan maraknya kekerasan di kalangan pelajar.
Kasat Reskrim Polres Gowa, AKP Bachtiar, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menegaskan bahwa motif pengeroyokan masih dalam tahap pendalaman oleh pihak kepolisian.
“Berdasarkan penelusuran awal, antara korban dan pelaku sebenarnya tidak saling mengenal. Jadi ada dugaan kuat korban salah sasaran,” jelas AKP Bachtiar saat ditemui di halaman Mapolres Gowa.Kamis 28 Agustus 2025.
Meski demikian, aparat kepolisian tetap berkomitmen menindaklanjuti kasus ini secara profesional.
Namun, mengingat status para pelaku maupun korban yang masih berusia di bawah umur serta berstatus pelajar, proses hukum akan memperhatikan ketentuan perundang-undangan terkait anak.
“Terkait pasal yang akan disangkakan kepada para pelaku, kami masih akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk penegak hukum anak. Prinsipnya, kasus ini harus diproses agar menjadi pelajaran bersama,” tegasnya.
Peristiwa ini menambah deretan kasus kekerasan antar pelajar yang terjadi di berbagai daerah. Banyak pihak menilai lemahnya pengawasan baik dari pihak sekolah maupun orang tua menjadi salah satu pemicu utama.
Beberapa LSM pemerhati anak juga mendesak pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah konkret dalam mencegah terulangnya aksi serupa.
Hingga berita ini dipublikasikan, Polres Gowa masih terus melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan pelaku yang terlibat.
Sementara itu, pihak sekolah dari pelaku maupun korban diminta lebih proaktif dalam membina anak didiknya, agar dunia pendidikan tidak kembali tercoreng dengan tindakan kekerasan.
Lp: Galang