Makassar || Daftar Hitam News.Id — Kasus video viral yang menyeret nama Owner Kosmetik Fanny Frans (FF) kembali memasuki babak baru. Setelah rekaman yang memperlihatkan dugaan tindakan tidak pantas di depan publik beredar luas di berbagai platform media sosial, kini muncul klarifikasi dari pria yang dikenal dengan sapaan Bang Jali, yang berada dalam video tersebut.
Sebelumnya, video yang ditayangkan secara langsung (live) itu memicu reaksi keras dari warganet. Pasalnya, adegan dalam tayangan tersebut dinilai mempertontonkan sikap yang dianggap tidak pantas dilakukan di ruang publik dan dapat diakses oleh semua kalangan, termasuk anak-anak.
Dalam keterangannya kepada sejumlah media online, Bang Jali membantah adanya tindakan pelecehan seksual sebagaimana yang ramai diberitakan. Ia menegaskan bahwa atasannya, Fanny Frans, tidak melakukan pelecehan terhadap dirinya.
Menurut Bang Jali, peristiwa yang terekam dalam video itu terjadi saat Fanny Frans hendak mengambil kembali uang saweran yang sebelumnya diberikan kepadanya. Ia mengaku secara spontan berusaha menghalau dengan menutupi area sensitifnya menggunakan tangan yang disilangkan sambil sedikit membungkuk.
“Kejadian itu hanya spontanitas saja. Tidak ada pelecehan seperti yang diberitakan,” demikian inti pernyataan Bang Jali dalam klarifikasinya kepada beberapa media.
Namun demikian, klarifikasi tersebut justru memunculkan polemik baru di tengah masyarakat. Sejumlah pihak menilai pernyataan Bang Jali bertolak belakang dengan tampilan visual dalam video yang telah beredar luas.
Berdasarkan rekaman video yang dikantongi sejumlah media, uang saweran yang dimaksud Bang Jali justru terlihat diberikan setelah insiden yang diduga sebagai tindakan tidak pantas itu terjadi. Hal ini menimbulkan pertanyaan publik terkait kronologi sebenarnya dari peristiwa tersebut.
Perbedaan antara klarifikasi yang disampaikan dengan fakta visual dalam video membuat sebagian warganet menduga adanya kemungkinan keterangan yang kurang akurat atau menyesatkan.
Kasus ini menjadi sorotan karena tayangan tersebut dilakukan di ruang terbuka dan disiarkan secara langsung, sehingga dapat diakses oleh berbagai kalangan usia. Banyak pihak menilai, terlepas dari ada atau tidaknya unsur pidana, tindakan dalam video tersebut dinilai tidak mencerminkan etika dan kepatutan di ruang publik.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait ada tidaknya proses hukum atas dugaan tersebut. Publik pun masih menunggu klarifikasi lanjutan dari pihak Fanny Frans guna menjernihkan polemik yang berkembang.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa setiap konten yang disiarkan secara langsung di ruang publik maupun media sosial memiliki konsekuensi sosial yang luas, terlebih jika melibatkan figur publik atau pemilik usaha yang memiliki pengaruh terhadap masyarakat.
Redaksi :daftarhitamnews.Id
Editor : Galang
Sumber Berita : Video Viral dan Media Online
