Minggu, Januari 25, 2026

BAU BUSUK DUGAAN PEMERASAN DI DISDIK MAKASSAR TERKUAK: Rekaman Viral Seret Nama Oknum Kabid, LSM PAKAR Murka—Wali Kota Diminta Jangan Tutup Mata!

Makassar || Daftar Hitam News.Id — Dugaan praktik kotor di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Makassar kembali mencuat ke permukaan. Sebuah rekaman percakapan yang viral di media sosial menyeret nama seorang oknum Kepala Bidang (Kabid) dan memunculkan indikasi kuat adanya permintaan tidak wajar terhadap kepala sekolah, yang diduga mengarah pada praktik pemerasan terselubung.

Dalam rekaman tersebut, nama Dr. Syarif disebut secara eksplisit. Percakapan itu memuat arahan pertemuan di Erlangga pada pukul 09.00 dan 10.00 pagi, serta permintaan agar kepala sekolah membawa sesuatu yang sebelumnya telah disampaikan, meskipun tidak diucapkan secara terang-terangan. Pola komunikasi ini dinilai publik sebagai bahasa kode khas relasi kuasa yang sarat tekanan.

Lebih jauh, pernyataan Dr. Syarif dalam rekaman yang menyebut telah memberikan kursi, meja, dan fasilitas lainnya, disertai keluhan karena lama menunggu untuk bertemu, semakin mempertebal dugaan adanya transaksi di balik jabatan. Rekaman ini pun sontak memantik kemarahan publik dan menjadi sorotan tajam berbagai kalangan.

Ironisnya, hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi daftarhitamnews.id kepada oknum Kabid yang diduga terlibat melalui pesan WhatsApp. Minggu, 25/1/2026, tidak mendapat respons sama sekali. Hal serupa juga terjadi saat media ini menghubungi Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Ibu Echi. Sikap bungkam tersebut justru menambah kecurigaan publik dan memunculkan pertanyaan besar: ada apa yang sebenarnya disembunyikan?

Sorotan keras datang dari LSM PAKAR (Pemuda Berkarya). Ketua LSM PAKAR, Tenriwara, menegaskan bahwa rekaman viral tersebut tidak boleh dianggap angin lalu.

“Ini bukan sekadar isu atau gosip. Rekaman ini adalah alarm bahaya bagi dunia pendidikan di Kota Makassar. Jika benar ada oknum pejabat yang menggunakan jabatan untuk menekan kepala sekolah, maka itu adalah kejahatan moral dan birokrasi,” tegas Tenriwara.

Tenriwara mendesak Inspektorat Kota Makassar segera turun tangan tanpa kompromi untuk memeriksa seluruh pihak yang namanya muncul dalam rekaman, termasuk menelusuri aliran barang maupun dugaan permintaan yang dimaksud.

“Inspektorat jangan menunggu tekanan publik membesar. Harus bergerak cepat, transparan, dan terbuka ke publik. Kalau dibiarkan, ini akan menjadi preseden buruk dan membunuh integritas dunia pendidikan,” tambahnya.

LSM PAKAR juga secara tegas meminta Wali Kota Makassar untuk tidak tutup mata dan tidak melindungi oknum bermasalah, siapapun dia.

“Wali Kota harus menunjukkan keberpihakan pada kebenaran. Jika ditemukan pelanggaran, copot dan beri sanksi tegas. Jangan jadikan pendidikan sebagai ladang transaksional,” ujar Tenriwara.

Kasus ini dinilai sebagai ujian serius bagi komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam membersihkan birokrasi, khususnya di sektor pendidikan yang seharusnya menjadi ruang paling steril dari praktik kotor.

Publik kini menanti langkah nyata. Apakah dugaan ini akan diusut tuntas, atau kembali dikubur dalam sunyi?

daftarhitamnews.id menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga terang benderang.

Serta Media ini Membuka Ruang Hak Klarifikasi kepada Nama dan Instansi yang kami sebutkan dalam pemberitaan yang kami Publikasikan.

Redaksi : daftarhitamnews.id

Sumber Berita: Berdasarkan Rekaman

Editor : Galang

Kategori Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Popular

Recent Comments

error: Konten dilindungi!!