Makassar || Daftar Hitam News.Id — Dukungan moril terus mengalir kepada Iptu Nasrulla Muntu setelah perwira polisi tersebut ditetapkan sebagai tersangka dalam peristiwa tragis di Jalan Toddopuli Raya, Kota Makassar, yang menewaskan seorang remaja bernama Betrand Eko.
Peristiwa tersebut terjadi pada malam 1 Maret lalu dan menjadi perhatian publik. Insiden yang tidak pernah diduga sebelumnya oleh perwira dengan dua balok di pundaknya itu bermula ketika ia berupaya membubarkan kerumunan remaja yang diduga meresahkan pengguna jalan di lokasi kejadian.
Menurut informasi yang diterima melalui handy talky (HT) dari salah satu anggota Polsek Rappocini, terdapat sekelompok remaja yang terlibat aksi saling kejar-kejaran di badan jalan. Situasi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Mendapatkan laporan tersebut, Iptu Nasrulla Muntu yang saat itu berada tidak jauh dari lokasi langsung merespons cepat dengan mendatangi tempat kejadian. Saat tiba di lokasi, ia berupaya membubarkan kerumunan dengan melepaskan tembakan peringatan ke udara.
Namun situasi di lapangan berkembang di luar dugaan. Setelah tembakan peringatan tersebut dilepaskan ke udara, tanpa disangka terjadi letusan yang tidak disadari oleh Iptu Nasrulla yang kemudian mengenai bagian belakang tubuh korban, Betrand Eko. Peristiwa tragis itu pun menjadi malam naas bagi korban sekaligus meninggalkan duka mendalam bagi keluarga.
Iptu Nasrulla Muntu, yang akrab disapa Ulla, dikenal sebagai sosok perwira yang cukup aktif di lapangan. Sebelum menjabat sebagai Kanit Reskrim Polsek Panakkukang, ia pernah bertugas bersama Tim Jatanras Polrestabes Makassar sebagai Kasubnit.
Pada masa tugasnya di Jatanras, kehadiran Iptu Nasrulla bersama tim dinilai turut berkontribusi dalam menjaga stabilitas keamanan di Kota Makassar.
Sejumlah wilayah yang sebelumnya masuk kategori zona merah dalam catatan kriminalitas Polrestabes Makassar perlahan menunjukkan kondisi yang lebih kondusif.
Pendekatan yang digunakan oleh perwira tersebut juga dinilai berbeda. Ia kerap mengedepankan pendekatan persuasif dan emosional kepada masyarakat, menyesuaikan dengan beragam karakter sosial di Kota Makassar yang dihuni berbagai latar belakang suku dan budaya.
Salah satu keberhasilan yang sempat menjadi sorotan publik adalah ketika Iptu Nasrulla bersama timnya berhasil mengungkap dan menyelamatkan korban penculikan yang berkaitan dengan tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Kasus tersebut sempat menjadi perbincangan luas di berbagai platform media sosial.
Atas berbagai kinerja tersebut, ia kemudian dipercaya oleh Kapolrestabes Makassar untuk mengemban jabatan sebagai Kanit Reskrim Polsek Panakkukang. Meski telah menduduki jabatan tersebut, Iptu Nasrulla dikenal tetap aktif turun langsung ke lapangan dan tidak hanya menjalankan tugas dari balik meja.
Menurut sejumlah pihak, dedikasi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa banyak masyarakat yang mengenal sosoknya sebagai perwira yang berupaya menciptakan rasa aman di Kota Makassar.
Dukungan moril terhadap Iptu Nasrulla juga datang dari organisasi mahasiswa Gerak Misi. Organisasi yang dikenal aktif menyuarakan berbagai isu sosial itu menyatakan empatinya terhadap situasi yang tengah dihadapi oleh perwira tersebut.
Ketua Komando Gerak Misi, Ando, menegaskan bahwa dukungan tersebut tidak dimaksudkan untuk mengabaikan rasa duka dari keluarga korban.
“Kami tetap menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga almarhum Betrand Eko. Semoga keluarga diberikan ketabahan dalam menghadapi musibah ini,” ujar Ando.
Menurutnya, tragedi yang terjadi di Toddopuli Raya merupakan peristiwa yang tidak diharapkan oleh siapa pun. Namun demikian, ia menilai bahwa rekam jejak dan dedikasi Iptu Nasrulla selama bertugas juga perlu menjadi bagian dari pertimbangan publik.
Terlepas dari insiden tersebut, Ando menyebut bahwa berdasarkan jejak digital serta rekam tugasnya di lapangan, sosok Iptu Nasrulla merupakan salah satu perwira yang dinilai memiliki pendekatan humanis dalam menjalankan tugas.
“Selama bertugas di lapangan, pendekatan yang dilakukan lebih bersifat persuasif. Hal itu juga menjadi salah satu faktor yang dinilai berkontribusi dalam menurunkan angka kriminalitas di Kota Makassar,” jelasnya.
Kasus yang menjerat Iptu Nasrulla Muntu kini tengah berproses secara hukum. Sementara itu, perhatian publik terhadap tragedi Toddopuli Raya masih terus berlangsung, baik dari masyarakat maupun berbagai organisasi sosial.
Redaksi :daftarhitamnews.id
Editor : Galang
