Takalar || DaftarHitamNews.Id – Di balik balutan acara resmi bertajuk “Sosialisasi P4GN Desa Se-Kabupaten Takalar” yang digelar di Hotel Almadera, Makassar, tersimpan dugaan kuat praktik pemborosan dan penyimpangan anggaran publik. Kegiatan yang berlangsung 19–21 Juli 2025 itu bukan hanya menuai sorotan, tapi juga membuka ruang kecurigaan baru.
Sumber internal menyebut bahwa anggaran per peserta berkisar antara Rp2 juta hingga Rp2,5 juta, untuk kegiatan yang sebenarnya bisa diselenggarakan di tingkat desa dengan biaya jauh lebih efisien.
“Kalau niatnya edukasi masyarakat desa, kenapa tidak langsung ke desa? Kenapa harus di hotel berbintang?” kata seorang pegiat antikorupsi yang meminta identitasnya disamarkan.
Lebih mengejutkan, Kepala Dinas PMD Takalar, Andi Rijal, saat dikonfirmasi pada 20 Juli 2025 .Kontak telepon beliau tidak dapat dihubungi, dan pesan konfirmasi melalui WhatsApp belum dibalas hingga berita ini tayang.
Begitu juga panitia pelaksana kegiatan, yang hingga kini tidak bisa dikonfirmasi keberadaannya.
LSM Laskar Indonesia mengecam pelaksanaan sosialisasi yang dianggap hanya menguntungkan segelintir pihak. Menurut mereka, kegiatan ini tidak menyentuh masyarakat desa secara langsung.
“Program ini penting, tapi kenapa dibungkus dengan kemewahan yang tidak relevan? Jangan sampai ini cuma akal-akalan untuk menghabiskan anggaran,” tegasnya.
Pertanyaan besar kini menggantung: siapa penanggung jawab kegiatan ini? Apakah ada pihak swasta yang bermain di belakang layar? Bagaimana proses pengadaan hingga pembayaran peserta bisa mencapai angka puluhan hingga ratusan juta secara keseluruhan?
Media Online Daftar Hitam News.Id terus menelusuri alur anggaran dan keterlibatan pihak-pihak yang terlibat. Penelusuran dokumen SPJ, kontrak, dan surat tugas akan menjadi langkah lanjutan.
Kami membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari seluruh pihak yang disebut, termasuk Dinas PMD Takalar, pihak panitia, dan stakeholder terkait. Kami menjunjung asas keberimbangan informasi dalam setiap pemberitaan.
Lp: Galang