Jumat, Agustus 29, 2025
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Proyek Normalisasi PDAM Makassar di Kabupaten Maros.Humas PDAM Makassar, Proyek itu Milik BBWS Jeneberang. Kepala TU Pompengan “Tidak ada Kegiatan Kami disitu”.

Maros || Daftar Hitam News.Id — Pengerjaan Normalisasi pada saluran lekopancing kecamatan tanralili kabupaten Maros yang mana pekerjaan ini diduga Proyek Siluman milik PDAM Makassar dan dimana pada proses pengerjaan normalisasi ini tidak berkoordinasi dengan PDAM Maros sehingga masyarakat yang terdampak sulit mendapatkan Air Bersih. Minggu 13/10/24.

Informasi Pengerjaan normalisasi yang dilakukan oleh pihak PDAM Makassar ini diketahui setelah salah satu warga yang terdampak akibat penutupan saluran air bersih milik PDAM ini, Melakukan penelusuran penyebab tidak mengalir nya Air PDAM di pemukimanĀ  warga yang bermukim di wilayah Mandai kabupaten Maros.

Setelah melakukan penelusuran ke sumber titik dimana pada lokasi tersebut terlihat adanya aktivitas pekerjaan yang sedang berlangsung dimana sejumlah pekerja telah melakukan penutupan saluran Air, dimana saluran Air tersebut mengarah kepada warga yang berada di tanralili, Patontongan dan sekitarnya.

Warga inipun sempat melakukan interogasi kebeberapa pekerja dilokasi dan bertemu dengan salah satu diduga pengawas pada proyek yang diduga Siluman ini. Pengawas inisial (H) mengatakan ini pekerjaan normalisasi yang dilakukan oleh PDAM Makassar Pak.”jelas pengawas ini kepada warga.

Setelah mendapatkan informasi dari pengawas ini, warga langsung melakukan kordinasi ke Pihak PDAM Maros Bapak Salahuddin pada hari itu dan Dirut PDAM Maros ini langsung turun meninjau lokasi dimana yang telah dilaporkan oleh warga yang berada dilokasi tersebut pada hari Kamis 11/10/24.

Dari peninjauan langsung yang dilakukan oleh Dirut PDAM Maros,serta membenarkan adanya pengerjaan normalisasi yang dilakukan oleh pihak PDAM dan itu pengerjaan bersifat penambalan terhadap pipa-pipa yang bocor dan Terkait pengerjaan yang satunya itu bukan pengerjaan dari PDAM tapi dari BBWS Jeneberang.”jelas dirut PDAM Maros ini melalui whatsapp.

Berbeda dengan keterangan yang diberikan oleh Humas PDAM MakassarMuh. Idris Tahir yang mengatakan bahwasanya tidak ada proyek PDAM Makassar disana pak, coba cek dulu pak, karena pengerjaan seperti itu pak kewenangan dari Pompengan pak, coba cek ke Baddoka atau tamalate pak, karena jangankan pengerjaan seperti itu pak, penanaman pohon saja kami harus minta ijin dulu.”Jelas Humas PDAM ini melalui telepon.

Setelah Media ini memperlihatkan Foto hasil Investigasi dari Warga dilokasi yang dimaksud, dimanaĀ  pada foto tersebut ada dirut PDAM Maros yang turun langsung meninjau lokasi tersebut. Humas PDAM ini ” saya tidak tau itu pak klo ternyata ada pekerjaan seperti itu pak, nanti saya coba cek dan berkoordinasi langsung dengan dirut PDAM Maros “.jelas Muh. Tahir.

Dirut PDAM Makassar Beni Iskandar pada saat di konfirmasi oleh media ini, Dirut PDAM Makassar” Bicara meki sama kabag humasku pak, biar dilengkapi datanya, tks”.jawabnya singkat melalui chat whatsapp.

Hari ini Media daftarhitamnews.id melakukan konfirmasi ke pihak Pompengan Bapak Matnasir kepala TU Pompengan dan media InI mempertanyakan Terkait proyek yang mana pihak PDAM mengatakan bahwasanya proyek yang berada di Lekopancing kecamatan tanralili itu adalah proyek dari BBWS Jeneberang, Matnasir “Tidak ada kegiatan BBWS disitu”.jawabnya singkat melalui chat whatsapp 13/10/24.

Anchank salah satu warga yang terdampak dari ulah penutupan saluran Air di lekopancing kecamatan tanralili yang dilakukan oleh PDAM Makassar,yang mana warga ini menduga proyek yang berlangsung di lokasi lekopancing kecamatan tanralili adalah proyek siluman dimana pada pekerjaan ini tidak memiliki papan proyek pada umumnya pada pekerjaan proyek milik pemerintah serta dimana para pekerjanya tidak menggunakan standar keselamatan kerja (K3).

Anchank salah satu warga dan diketahui adalah wakil ketua Organisasi Laskar Merah Putih DPD Kabupaten Maros, setelah mendapatkan informasi bahwasanya kegiatan pengerjaan normalisasi di lekopancing kecamatan tanralili itu, yang mana sebelum nya pihak PDAM beralibi bukan proyek sepenuhnya milik PDAM tapi Milik dari BBWS Jeneberang, dan pihak BBWS Jeneberang mengatakan bahwa disana tidak ada kegiatan yang kami lakukan.

Anchank menegaskan bahwa pekerjaan dilokasi lekopancing harus di hentikan karena akibat pekerjaan yang diduga Proyek Siluman milik PDAM Makassar ini, berakibat 7 ribu warga yang terdampak kesulitan mendapatkan Air bersih.

Dan saya akan berencana melaporkan kegiatan ini ke pihak APH agar turun langsung melihat dan memeriksa kelengkapan berkas yang dikantongi oleh penyelenggara proyek ini.

Hingga berita ini di publikasikan Media ini menunggu hak klarikasi dari Pihak PDAM Makassar maupun PDAM kabupaten Maros, agar pemberitaan yang disajikan Media ini berimbang.

 

Lp: Galang

Kategori Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Popular

Recent Comments

error: Konten dilindungi!!