Kamis, April 2, 2026

Modus Baru Penipuan dengan Teknologi AI: Deepfake dan Voice Cloning

Gowa || Daftar Hitam News.Id — Polres Gowa mengungkap adanya tren baru dalam modus penipuan yang memanfaatkan kecanggihan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), khususnya melalui teknik deepfake dan voice cloning.

Teknologi ini memungkinkan pelaku kejahatan untuk memanipulasi wajah dan suara sehingga tampak sangat meyakinkan, menyerupai orang yang dikenal oleh korban.

Dalam praktiknya, pelaku membuat video palsu (deepfake) yang menampilkan sosok tertentu seolah-olah benar-benar berbicara atau memberikan instruksi. Sosok yang digunakan biasanya memiliki kedekatan emosional atau otoritas terhadap korban, seperti:

•Kerabat atau anggota keluarga,

•Atasan di tempat kerja,

•Pejabat atau tokoh publik.

Dalam video tersebut, korban kerap diminta melakukan tindakan secara mendesak, seperti mentransfer sejumlah uang, memberikan data pribadi, atau mengakses tautan tertentu.

Karena tampilan visual dan suara terlihat autentik, banyak korban yang tidak menyadari bahwa hal tersebut merupakan rekayasa.

Selain itu, pelaku juga menggunakan teknologi voice cloning dalam modus penipuan melalui panggilan telepon (phishing call). Dengan hanya bermodalkan sampel suara yang diambil dari media sosial atau rekaman lain, pelaku dapat meniru suara seseorang dengan sangat mirip.

Mereka kemudian menghubungi korban dan berpura-pura sebagai orang yang dikenal, meminta bantuan finansial atau informasi sensitif dengan alasan darurat.

Kapolres Gowa, Muhammad Aldy Sulaiman, menegaskan bahwa perkembangan teknologi AI yang pesat kini telah dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan kejahatan dengan metode yang semakin canggih dan sulit dikenali secara kasat mata.

Oleh karena itu, Kapolres Gowa mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Gowa untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak mudah percaya terhadap setiap informasi atau permintaan, terlebih yang bersifat mendesak.

Masyarakat diminta untuk:

•Selalu melakukan verifikasi ulang melalui jalur komunikasi lain,

•Tidak terburu-buru mengambil keputusan,

•Tidak memberikan data pribadi atau mentransfer uang tanpa konfirmasi yang jelas,

•Waspada terhadap nomor tidak dikenal atau pesan yang mencurigakan.

“Meskipun mengatasnamakan orang terdekat, keluarga, atau pejabat, masyarakat harus tetap berhati-hati dan melakukan pengecekan terlebih dahulu.Jangan sampai kita menjadi korban karena terburu-buru atau panik,” tegas Kapolres Gowa.

Kapolres Gowa juga mengajak masyarakat untuk segera melaporkan kepada pihak berwajib apabila menemukan atau menjadi korban dugaan penipuan dengan modus serupa, agar dapat segera ditindaklanjuti.

Dengan meningkatnya kesadaran dan kewaspadaan masyarakat, diharapkan potensi kejahatan berbasis teknologi ini dapat diminimalisir.

Redaksi :daftarhitamnews.id

Editor : Galang

Kategori Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Popular

Recent Comments

error: Konten dilindungi!!