Senin, Mei 11, 2026

Antisipasi Overdosis dan Penyalahgunaan, Lapas Narkotika Sungguminasa Bentuk Sistem Pengawasan Obat Demi Lindungi WBP

Gowa || Daftar Hitam News.Id —  Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Sungguminasa terus memperkuat langkah pencegahan masuknya obat-obatan terlarang ke dalam lingkungan lapas melalui penyusunan dan sosialisasi Standar Operasional Prosedur (SOP) pelayanan penitipan obat bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Kegiatan sosialisasi tersebut dilaksanakan di Aula Lapas Narkotika Sungguminasa pada Sabtu, 9 Mei 2026.

SOP pelayanan penitipan obat ini digagas oleh CPNS dokter gigi Lapas Narkotika Sungguminasa, drg. Shaad, sebagai upaya memperketat pengawasan terhadap obat-obatan yang dibawa keluarga WBP dan ditujukan kepada warga binaan. Melalui sosialisasi ini, seluruh pegawai diharapkan memahami alur dan mekanisme penitipan obat agar setiap obat yang masuk benar-benar sesuai dengan anjuran dan pengawasan dari Klinik Lapas.

Dalam penerapannya, setiap obat yang dititipkan keluarga kepada WBP wajib melalui proses pemeriksaan terlebih dahulu oleh petugas klinik lapas. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan jenis obat, dosis, serta kesesuaian dengan resep atau anjuran tenaga kesehatan. Langkah ini penting guna mencegah warga binaan mengonsumsi obat yang tidak dianjurkan, penggunaan obat secara berlebihan, hingga potensi penyalahgunaan obat yang dapat membahayakan kesehatan maupun keamanan di dalam lapas.

Kepala Lapas Narkotika Sungguminasa, Gunawan, menyampaikan bahwa sosialisasi SOP ini merupakan bagian dari komitmen lapas dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, sehat, dan tertib.

“Melalui SOP ini, kami ingin memastikan seluruh pelayanan kesehatan terhadap warga binaan berjalan sesuai prosedur dan pengawasan yang baik. Ini bukan hanya bentuk pengendalian terhadap masuknya obat-obatan yang tidak sesuai, tetapi juga bentuk perlindungan terhadap kesehatan warga binaan agar mendapatkan pengobatan yang tepat dan aman,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kalapas menegaskan bahwa penguatan pengawasan obat juga mendukung proses pembinaan warga binaan secara optimal. Dengan kondisi kesehatan yang terpantau dan penggunaan obat yang sesuai anjuran medis, warga binaan dapat mengikuti program pembinaan dengan lebih baik serta meminimalisir risiko penyalahgunaan obat di dalam lapas.

Redaksi :daftarhitamnews.id

Editor : Galang

Sumber Berita :Lapas Bollangi

Kategori Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Popular

Recent Comments

error: Konten dilindungi!!