Kendari || Daftar Hitam News.Id — Wanita berinisial S (44), yang sebelumnya melaporkan dugaan perampokan dan pelecehan oleh mantan suaminya berinisial I (44), memberikan klarifikasi terkait video dan narasi yang beredar di media sosial mengenai pertemuannya dengan terlapor di Polresta Kendari.
S menegaskan, pertemuan tersebut tidak seperti narasi yang berkembang di media sosial. Ia datang ke Polresta Kendari setelah memperoleh informasi bahwa mantan suaminya telah diamankan polisi, sekaligus untuk memastikan barang-barang miliknya yang sebelumnya dilaporkan hilang.
“Setelah saya cek perhiasan yang telah diambil mantan suami, semuanya ada, cocok, sudah didapat sama polisi,” ujar S, Senin (21/9/2026).
Menurut S, pertemuan dengan mantan suaminya berlangsung karena I ingin menyampaikan permintaan maaf secara langsung. Dalam kesempatan tersebut, I juga meminta agar laporan dipertimbangkan untuk dicabut dengan alasan anak-anak mereka.
Namun, S mengaku memilih agar proses hukum tetap berjalan.
“Mantan suami saya minta cabut laporan alasan anak-anak, tapi saya biarkan dia jalani hukuman, siapa tahu bisa berubah. Karena persoalan anak, nanti saya yang urus,” katanya.
S juga meluruskan narasi mengenai dirinya yang terlihat menangis ketika berada di kantor polisi.
Ia menegaskan, tangisan tersebut bukan disebabkan adanya bentakan atau perlakuan tidak baik dari anggota kepolisian.
“Saya menangis itu bukan karena dibentak polisi. Sekali lagi saya tegaskan, bukan karena dibentak polisi. Saya sedih saja, apalagi bahas masalah anak-anak. Saya justru ditenangkan sama polisi,” tegasnya.
S mengaku selama mantan suaminya belum diamankan, dirinya merasa khawatir dan tidak nyaman. Setelah pelaku ditangkap dan barang-barangnya ditemukan, ia mengaku merasa lebih tenang.
“Bagaimanapun, Buser 77 dan jajaran Polresta Kendari yang berupaya keras menangkap pelaku sampai menemukan semua barang-barang saya. Alhamdulillah, saya bisa tenang sekarang,” ucapnya.
S kemudian meminta masyarakat tidak mengambil kesimpulan hanya berdasarkan potongan video maupun narasi yang beredar di media sosial.
“Saya tidak ada masalah dengan polisi. Tolong jangan menggiring opini melalui kasus yang saya alami, apalagi tanpa konfirmasi langsung ke saya. Intinya, polisi yang membantu saya dan saya sangat mengapresiasi kinerja cepat mereka,” ujarnya.
Ia juga meminta agar kasus tersebut tidak dimanfaatkan untuk menyerang institusi kepolisian.
Sementara itu, saat Daftar Hitam News.Id melakukan konfirmasi kepada Kapolresta Kendari AKBP Nafi’i Nafsikin, ia menyampaikan bahwa persoalan tersebut telah diklarifikasi langsung oleh korban.
Menurut Nafi’i, masyarakat diharapkan tidak terburu-buru menyimpulkan suatu peristiwa hanya berdasarkan informasi yang beredar melalui media sosial.
Ia mengimbau seluruh masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial, termasuk dalam menyimak, memahami, dan menyikapi sebuah informasi.
“Sudah diklarifikasi langsung oleh korban. Kami meminta kepada seluruh masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial, menyimak dan menyikapi informasi yang beredar,” demikian keterangan Kapolresta Kendari AKBP Nafi’i Nafsikin.
Dengan adanya klarifikasi langsung dari korban, informasi yang sebelumnya berkembang di media sosial diharapkan tidak menimbulkan persepsi yang berbeda dari fakta yang disampaikan oleh pihak yang mengalami langsung kejadian tersebut.
Daftar Hitam News.Id mengingatkan pentingnya konfirmasi, verifikasi, dan keberimbangan informasi sebelum sebuah video maupun narasi disebarluaskan kepada publik.
Redaksi : daftarhitamnews.Id
Editor : Galang


