Kamis, September 24, 2026

116 Personel Gabungan Kepung Lapas Parepare, Razia Blok Hunian Temukan Sejumlah Barang Terlarang

Pare-Pare || Daftar Hitam News.Id — Upaya memperkuat keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan kembali dilakukan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Parepare.

Pada Selasa malam, 22 September 2026, Lapas Kelas IIA Parepare menggelar razia gabungan dengan melibatkan unsur TNI, Polri, Brimob, dan jajaran petugas pemasyarakatan.

Sebanyak 116 personel diterjunkan dalam kegiatan tersebut. Komposisinya terdiri atas 31 personel Polres Parepare, 25 personel Brimob, 10 personel Kodim, serta 50 personel jajaran Lapas Parepare.

Kegiatan tersebut menyasar sejumlah area dan blok hunian warga binaan pemasyarakatan (WBP). Pemeriksaan dilakukan sebagai bagian dari deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib) sekaligus memastikan tidak terdapat barang yang dilarang berada di dalam lingkungan Lapas.

Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan sejumlah barang yang tidak diperbolehkan berada di lingkungan Lapas.

Barang yang ditemukan antara lain charger/cas, batok charger, senjata tajam (sajam) buatan, kabel, besi, serta sejumlah benda lainnya yang dinilai berpotensi disalahgunakan dan dapat mengganggu keamanan serta ketertiban.

Seluruh barang hasil razia kemudian diamankan untuk selanjutnya dilakukan pemusnahan.

Langkah tersebut dilakukan agar barang-barang yang telah ditemukan tidak kembali beredar maupun dimanfaatkan untuk kegiatan yang berpotensi mengganggu keamanan di dalam Lapas.

Kabag Ops Polres Parepare Kompol Slamet Paryanto, S.Pd., M.Si., menyampaikan dukungan jajaran Polres Parepare terhadap kegiatan razia gabungan tersebut.

Menurutnya, sinergi antara aparat kepolisian dengan jajaran pemasyarakatan merupakan bagian penting dalam menjaga keamanan lingkungan Lapas.

“Kami bersama tim akan selalu siap dalam membantu kegiatan razia di Lapas Parepare,” ujar Kompol Slamet Paryanto.

Kehadiran personel gabungan dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari penguatan koordinasi antara Lapas Parepare dengan aparat keamanan dalam mengantisipasi berbagai potensi gangguan kamtib.

Kalapas Kelas IIA Parepare Marten, Bc.IP., S.H., M.H., menegaskan bahwa razia gabungan tersebut merupakan langkah konkret dalam memperkuat deteksi dini dan pencegahan terhadap potensi gangguan keamanan.

Ia menilai sinergi bersama TNI dan Polri menjadi salah satu kekuatan penting dalam mendukung sistem pengamanan di Lapas.

“Kami berkomitmen untuk terus melakukan deteksi dini dan langkah-langkah pencegahan terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban. Sinergi dengan TNI dan Polri menjadi kekuatan penting dalam menjaga keamanan Lapas,” tegas Marten.

Ia juga mengingatkan seluruh jajaran agar meningkatkan kewaspadaan dan memperketat pengawasan terhadap kemungkinan masuknya barang-barang yang dilarang.

“Kami juga mengingatkan seluruh jajaran untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dan tidak memberikan ruang bagi masuknya barang-barang yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban,” lanjutnya.

Kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa pengawasan terhadap blok hunian WBP tidak hanya mengandalkan pemeriksaan internal, tetapi juga diperkuat melalui kolaborasi dengan unsur TNI dan Polri.

Dengan diterjunkannya 116 personel gabungan, pemeriksaan dapat dilakukan secara menyeluruh terhadap area yang menjadi sasaran razia.

Temuan sejumlah charger, kabel, besi hingga sajam buatan menjadi catatan penting bagi jajaran Lapas untuk terus memperketat pengawasan dan melakukan evaluasi terhadap sistem pengamanan.

Bagi Lapas Parepare, kegiatan seperti ini menjadi bagian dari langkah preventif untuk mencegah barang-barang yang berpotensi mengganggu kamtib masuk maupun beredar di lingkungan pemasyarakatan.

Sinergi Lapas, TNI dan Polri pun ditegaskan akan terus diperkuat sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib dan kondusif.

Redaksi : daftarhitamnews.Id

Editor : Galang

Kategori Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Popular

Recent Comments

error: Konten dilindungi!!