Makassar || Daftar Hitam News.Id — Forum Pemuda dan Mahasiswa Bersatu berencana menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolda Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Kamis, 7 Oktober 2026. Aksi tersebut mengangkat isu dugaan keterlibatan oknum perwira kepolisian dalam praktik yang oleh massa aksi disebut sebagai “mafia CASIS Polri.”
Seruan aksi yang beredar memuat sejumlah tuntutan kepada jajaran Polda Sulsel, mulai dari meminta adanya tindakan tegas terhadap oknum yang diduga terlibat, mendorong proses penyelidikan terhadap dugaan persoalan dalam penerimaan CASIS Polri, hingga meminta Propam melakukan pemeriksaan apabila ditemukan dugaan pelanggaran etik anggota Polri.
Media ini kemudian melakukan konfirmasi kepada Fahim, yang disebut sebagai Jenlap (Juru/Koordinator Lapangan) dalam aksi tersebut.
Fahim mengatakan, pihaknya membawa tuntutan yang menurut mereka telah disampaikan secara terbuka melalui materi seruan aksi yang beredar.
“Tuntutan kami sudah jelas seperti isi template flyer yang kami sebar. Kami meminta persoalan ini mendapatkan penanganan hukum sebagaimana yang kami harapkan,” ujar Fahim kepada media ini.
Fahim menyebut aksi tersebut juga menjadi momentum untuk menyampaikan harapan terhadap perubahan dan pembenahan di tubuh institusi Kepolisian.
Menurutnya, pergantian pucuk pimpinan di lingkungan Polri, termasuk pergantian sejumlah Kapolda, diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat pengawasan internal dan penegakan hukum terhadap setiap dugaan pelanggaran yang dilakukan oknum anggota.
“Dengan pergantian Kapolri serta gerakan pergantian sejumlah Kapolda yang baru-baru ini dilakukan, Sulsel salah satunya yang masuk dalam pergantian pucuk pimpinan,” katanya.
Ia berharap kepemimpinan baru Polda Sulsel di bawah Irjen Pol. Dr. Awal Chairuddin, S.I.K., M.H., dapat memberikan perhatian terhadap berbagai persoalan yang menjadi sorotan masyarakat.
“Kami meminta dengan kepemimpinan Polda Sulsel yang baru di bawah tongkat komando Irjen Pol. Dr. Awal Chairuddin, Sulawesi Selatan mendapatkan penanganan hukum yang sebagaimana kami harapkan,” tegas Fahim.
Lebih jauh, Fahim menilai pembenahan internal diperlukan untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi Kepolisian.
Ia meminta agar setiap anggota yang terbukti melakukan pelanggaran diproses sesuai ketentuan yang berlaku, tanpa melihat pangkat maupun jabatan.
“Kami berharap institusi ini segera melakukan reformasi dengan melakukan bersih-bersih diri dari para oknum-oknum nakal, baik dari pangkat terendah hingga pangkat perwira tinggi yang dapat mencoreng institusi Kepolisian,” ujarnya.
Menurut Fahim, pihaknya tidak ingin tudingan terhadap oknum tertentu kemudian digeneralisasi sebagai persoalan seluruh institusi. Karena itu, mereka mendorong agar dugaan tersebut diuji melalui mekanisme pemeriksaan dan penegakan hukum.
Fahim menegaskan, aksi di Mapolda Sulsel merupakan langkah awal untuk menyampaikan tuntutan dan meminta perhatian pimpinan Kepolisian terhadap isu yang mereka bawa.
Ia bahkan menyatakan pihaknya siap melanjutkan aksi ke tingkat Mabes Polri apabila tuntutan mereka tidak mendapatkan respons sesuai harapan.
“Jika tuntutan kami tidak terpenuhi, kami akan lanjutkan aksi ke Mabes Polri,” tegas Fahim.
Berdasarkan seruan aksi yang beredar, aksi dijadwalkan berlangsung Kamis, 7 Oktober 2026, sekitar pukul 13.00 WITA di Mapolda Sulsel.
Aksi tersebut membawa isu utama berupa permintaan pengusutan dugaan keterlibatan oknum perwira dalam praktik yang disebut massa sebagai “mafia CASIS Polri”, sekaligus mendorong penguatan pengawasan dan reformasi internal di tubuh Kepolisian.
Seluruh dugaan yang disampaikan dalam pemberitaan ini merupakan pernyataan dan aspirasi pihak yang akan melakukan aksi. Dugaan keterlibatan oknum dalam praktik “mafia CASIS Polri” belum dapat dianggap sebagai fakta hukum sebelum adanya hasil penyelidikan atau pemeriksaan resmi dari pihak berwenang. Media ini membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi Polda Sulsel maupun pihak lain yang merasa berkaitan dengan pemberitaan ini.
Redaksi :daftarhitamnews.Id
Editor : Galang


