Senin, Maret 2, 2026

Sorotan Anggaran Bundes 2025 di Desa Je’ne Tallasa, 1.200 Ayam Petelur Diduga Tak Terealisasi

Gowa || Daftar Hitam News.Id — Anggaran Bundes (Badan Usaha Milik Desa) Tahun 2025 di Desa Je’ne Tallasa, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa, menjadi sorotan publik. Pasalnya, program pengadaan ayam petelur sebanyak 1.200 ekor yang dianggarkan melalui dana sebesar Rp325 juta diduga belum menunjukkan hasil maupun realisasi fisik di lapangan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dari total anggaran Rp325 juta tersebut, sekitar 20 persen disebut dialokasikan untuk kebutuhan Ketahanan Pangan (Ketapang).

Namun, hingga saat ini, masyarakat mengaku tidak melihat adanya aktivitas budidaya ayam petelur sebagaimana yang direncanakan.

Warga setempat menyebutkan bahwa kandang yang disiapkan untuk budidaya ayam petelur dalam kondisi kosong. Tidak ditemukan seekor pun ayam dari total 1.200 ekor yang seharusnya telah dibudidayakan.

Kondisi ini memunculkan tanda tanya besar terkait pengelolaan dan realisasi anggaran tersebut.Program yang diharapkan dapat meningkatkan ketahanan pangan desa sekaligus mendorong perekonomian masyarakat melalui produksi telur, justru dinilai belum memberikan dampak apa pun.

Menanggapi dugaan tersebut, LSM PAKAR secara resmi meminta kepada Inspektorat Kabupaten Gowa untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap pengelolaan dana Bundes Tahun 2025 di Desa Je’ne Tallasa.

Ketua LSM PAKAR, Tenriwara, Audit diperlukan guna memastikan transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran desa, sekaligus menjawab keresahan masyarakat.

“Kami meminta Inspektorat Kabupaten Gowa turun langsung melakukan pemeriksaan agar jelas apakah anggaran tersebut telah digunakan sesuai peruntukannya atau tidak,” tegas Ketua LSM ini.

Dari informasi yang masuk ke redaksi, nama A.S Dg. Paewa disebut-sebut sebagai ketua yang ditunjuk dalam pelaksanaan anggaran program tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari yang bersangkutan terkait perkembangan maupun realisasi program pengadaan ayam petelur tersebut.

Media ini Membuka Ruang Klarifikasi terhadap nama yang kami sebutkan dalam pemberitaan ini agar apa yan menjadi informasi yang disajikan dapat berimbang dan masyarakat mendapatkan informasi akurat.

Masyarakat Desa Je’ne Tallasa berharap adanya klarifikasi resmi dari pemerintah desa maupun pengelola Bundes agar polemik ini tidak berlarut-larut.Transparansi dinilai menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana desa.

Kasus ini kini menjadi perhatian publik, sembari menunggu langkah konkret dari Inspektorat Kabupaten Gowa untuk melakukan audit dan mengungkap fakta sebenarnya di balik penggunaan anggaran Rp325 juta tersebut.

Redaksi :daftarhitamnews.id

Editor : Galang

Kategori Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Popular

Recent Comments

error: Konten dilindungi!!