Senin, Maret 9, 2026

Dukungan Moral untuk IPTU Nasrullah Muncul di Tengah Proses Penanganan Kasus Toddopuli Raya

Makassar || Daftar Hitam News.Id — Sepekan setelah peristiwa tragis di wilayah Toddopuli Raya yang menewaskan seorang anak bernama Betrand Eko, perhatian publik terhadap kasus tersebut masih terus berlangsung. Peristiwa yang diduga berkaitan dengan letusan senjata api milik IPTU Nasrullah itu kini masih dalam proses penanganan oleh pihak berwenang dan menjadi sorotan masyarakat luas. Senin,9 Maret 2026.

Di tengah berkembangnya pemberitaan mengenai kasus tersebut, sejumlah pihak juga menyoroti rekam jejak pengabdian IPTU Nasrullah selama bertugas sebagai anggota kepolisian. Salah satu peristiwa yang kembali diperbincangkan adalah keterlibatannya dalam upaya penyelamatan seorang anak bernama Bilqis yang sebelumnya diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Berdasarkan sejumlah informasi yang beredar di media daring, Bilqis yang saat itu masih berusia sekitar 4,5 tahun ditemukan di wilayah pedalaman Jambi, tepatnya di kawasan yang dikenal sebagai permukiman komunitas Suku Anak Dalam. Wilayah tersebut dikenal cukup terpencil dengan keterbatasan akses komunikasi dan teknologi. Dalam proses pencarian tersebut, IPTU Nasrullah disebut memiliki peran dalam upaya menemukan dan mengembalikan anak tersebut kepada keluarganya.

Seiring berkembangnya perhatian publik terhadap peristiwa di Toddopuli Raya, dukungan moral terhadap IPTU Nasrullah juga muncul dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari kelompok yang menamakan diri GASS (Gabungan Advokat Sulawesi Selatan) bersama sejumlah mitra dari media cetak dan elektronik serta beberapa tokoh masyarakat.

Dalam pernyataan yang beredar, kelompok tersebut menyampaikan empati kepada seluruh pihak yang terdampak oleh peristiwa tersebut, sekaligus menegaskan bahwa proses hukum harus tetap berjalan secara objektif dan transparan.

Dalam pernyataan dukungan tersebut tertulis:

“Kepada Yth. Bapak Kapolri, Kapolda Sulawesi Selatan, Kabid Propam, Paminal, dan Kompolnas serta masyarakat luas. Kami dari GASS (Gabungan Advokat Sulawesi Selatan) bersama mitra media cetak dan elektronik serta beberapa tokoh ulama dan masyarakat menyampaikan dukungan moral kepada IPTU Nasrullah, SH., MH.

Dukungan ini bukan untuk membenarkan kejadian yang telah terjadi, melainkan sebagai bentuk empati dan pengingat bahwa proses hukum harus berjalan secara objektif, transparan, dan berkeadilan.

Kami juga menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya ananda Betrand Eko. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Kami berharap IPTU Nasrullah dapat menjalani proses hukum dengan baik serta memperoleh pendampingan hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku.”

Sementara itu, LSM Pakar yang turut memantau perkembangan kasus ini menilai bahwa dukungan moral dari masyarakat merupakan hal yang wajar dalam dinamika sosial. Mungkin saya belum pernah ketemu langsung dengan perwira ini tapi menjejaki, Jejak digital Iptu.Nasrullah saya sangat prihatin dan memberikan dukungan Moril kepada beliau semoga dengan tragedi ini sebagai pembelajaran bagi kita semua dan kepada institusi polri. Namun demikian, lembaga tersebut juga menekankan bahwa proses hukum harus tetap berjalan secara profesional, transparan, dan menjunjung tinggi rasa keadilan, khususnya bagi keluarga korban.

Di berbagai platform media sosial seperti Facebook, TikTok, dan Instagram, foto IPTU Nasrullah juga turut beredar disertai beragam tanggapan dari masyarakat. Sebagian warganet memberikan dukungan dengan mengingat rekam jejak pengabdian yang pernah dilakukan, sementara sebagian lainnya menyoroti pentingnya pertanggungjawaban hukum atas peristiwa yang menewaskan seorang anak tersebut.

Di sisi lain, simpati dan dukungan juga terus mengalir kepada keluarga almarhum Betrand Eko yang tengah menghadapi masa duka. Banyak pihak berharap agar proses penanganan perkara ini dapat berjalan secara terbuka dan memberikan kepastian hukum yang adil bagi semua pihak.

Peristiwa di Toddopuli Raya ini juga menjadi pengingat bagi banyak pihak tentang pentingnya kehati-hatian dalam penggunaan senjata api serta tanggung jawab besar yang melekat pada setiap aparat penegak hukum. Masyarakat pun berharap kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.

Redaksi :daftarhitamnews.Id

Editor : Galang

Sumber Berita : Medsos

Kategori Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Popular

Recent Comments

error: Konten dilindungi!!