Gowa || Daftar Hitam News.Id — Gerakan Rakyat dan Mahasiswa Indonesia (GERAK MISI) secara terbuka menyatakan sikap keras terhadap kepemimpinan Bupati Gowa, Husniah Talenrang. Melalui Dewan Komando GERAK MISI, Ahmad Ando, organisasi tersebut menilai berbagai polemik yang menyeret nama orang nomor satu di Kabupaten Gowa telah berkembang menjadi persoalan moral, etika pemerintahan, serta integritas seorang pejabat publik. Kamis, 2 Juli 2026
GERAK MISI menegaskan, seorang kepala daerah bukan hanya bertanggung jawab menjalankan roda pemerintahan, tetapi juga terikat oleh sumpah jabatan yang diucapkan di hadapan negara dan masyarakat. Karena itu, setiap dugaan pelanggaran etika maupun tindakan yang dinilai mencederai kehormatan jabatan, menurut mereka, tidak dapat dipandang sebagai urusan pribadi semata.
“Jabatan Bupati adalah amanah rakyat. Ketika muncul dugaan tindakan yang dinilai mencoreng kehormatan jabatan, maka konsekuensinya adalah pertanggungjawaban kepada publik, bukan sekadar penjelasan bahwa itu persoalan pribadi,” tegas Ahmad Ando.
Menurut Ahmad Ando, berbagai isu yang berkembang di Kabupaten Gowa dalam beberapa waktu terakhir telah memunculkan keresahan di tengah masyarakat. Ia menilai adanya dugaan upaya membangun opini tertentu justru berpotensi memperkeruh keadaan dan mengganggu stabilitas sosial maupun pemerintahan.
GERAK MISI berpandangan bahwa apabila polemik tersebut terus dibiarkan tanpa penyelesaian yang memberikan kepastian kepada masyarakat, maka kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah akan semakin menurun.
Selain menyoroti dugaan persoalan amoral yang menjadi perhatian publik, GERAK MISI juga mengaitkannya dengan sejumlah isu lain yang menurut mereka perlu mendapat perhatian serius, termasuk dugaan penyalahgunaan kewenangan, dugaan tindakan sewenang-wenang dalam pengambilan kebijakan, hingga berbagai persoalan tata kelola pemerintahan yang selama ini menjadi sorotan publik.
Ahmad Ando menilai seluruh rangkaian persoalan tersebut telah menciptakan krisis kepercayaan terhadap kepemimpinan daerah.
“Kami mengingatkan agar tidak ada pihak yang terus menggiring opini yang justru memperuncing situasi. Jika dibiarkan, kondisi ini berpotensi membuat Kabupaten Gowa kehilangan kondusivitas. Kami ingin Gowa tetap aman, tetapi keamanan tidak boleh dijadikan alasan untuk membungkam kritik masyarakat,” ujarnya.
GERAK MISI kemudian menyampaikan ultimatum kepada Bupati Gowa agar mengambil sikap politik yang dinilai terhormat.
“Kami meminta Husniah Talenrang mengundurkan diri secara terhormat demi menjaga marwah pemerintahan Kabupaten Gowa. Apabila tuntutan masyarakat tetap diabaikan, GERAK MISI bersama elemen masyarakat, mahasiswa, pemuda, tokoh budaya, dan berbagai organisasi akan turun dalam aksi besar sebagai bentuk perlawanan terhadap apa yang kami nilai sebagai kemunduran moral dan kepemimpinan di Kabupaten Gowa,” tegas Ahmad Ando.
GERAK MISI memastikan aksi yang akan digelar merupakan penyampaian pendapat di muka umum yang dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Organisasi tersebut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga ketertiban selama menyampaikan aspirasi.
Sementara itu, rencana aksi pendudukan Kantor Bupati dan Rumah Jabatan Bupati Gowa disebut sebagai bentuk tekanan moral agar pemerintah daerah merespons berbagai tuntutan yang berkembang di tengah masyarakat.
Daftar Hitam News.Id akan terus mengikuti perkembangan isu ini dan menyajikan informasi berdasarkan fakta yang dapat diverifikasi serta perkembangan resmi dari pihak-pihak terkait.
Redaksi :daftarhitamnews.Id
Editor : Galang
