Jumat, Maret 27, 2026

Program MBG di Makassar Diduga Tak Penuhi Standar, Peran Dinas Pendidikan Dipertanyakan

Makassar || Daftar Hitam News.Id — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Makassar menjadi sorotan publik setelah munculnya berbagai keluhan masyarakat di media sosial terkait kualitas menu yang diberikan kepada siswa, khususnya di tingkat SD dan SMP.

Sejumlah laporan yang dihimpun menyebutkan bahwa menu MBG yang dibagikan diduga belum memenuhi standar gizi anak, serta dinilai belum mencukupi kebutuhan nutrisi harian siswa.
Menindaklanjuti hal tersebut, tim media melakukan penelusuran langsung ke sejumlah sekolah di wilayah Kota Makassar.

Dari hasil penelusuran, ditemukan adanya indikasi kesesuaian antara laporan masyarakat dengan kondisi di lapangan.Sejumlah wali murid mengaku kecewa dengan menu yang diterima anak-anak mereka, baik sebelum maupun selama bulan suci Ramadan.

Menu yang diberikan kepada siswa tingkat SD dilaporkan berupa satu roti, tiga butir anggur, kacang goreng putih dalam kemasan kecil, serta satu kotak susu. Paket tersebut disebut dibagikan untuk konsumsi hingga tiga hari ke depan.

Kondisi serupa juga ditemukan pada siswa tingkat SMP, dengan jenis dan jumlah menu yang tidak jauh berbeda.

Salah satu wali murid menyampaikan bahwa menu tersebut dirasa belum mencukupi kebutuhan gizi anak. Hal ini turut diperkuat oleh keterangan seorang guru yang tidak ingin disebutkan namanya, yang menyebutkan bahwa paket MBG tersebut memang didistribusikan untuk beberapa hari sekaligus.

Selain itu, informasi lain dari salah satu tenaga pengajar yang juga tidak ingin disebutkan identitasnya mengungkapkan bahwa distribusi susu dalam program MBG tidak rutin diterima oleh siswa.

“Di sekolah kami, terkadang siswa tidak mendapatkan susu hingga satu minggu. Kalau pun ada, biasanya hanya satu hari, misalnya di hari Jumat saja. Padahal susu yang justru sangat diharapkan anak-anak, karena sebagian dari mereka tidak mengonsumsi susu di rumah,” ungkapnya.

Temuan ini memunculkan pertanyaan terkait pengawasan dan pelaksanaan program MBG di tingkat daerah, mengingat program ini merupakan program strategis yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak sekolah.

Media kemudian melakukan konfirmasi kepada Dinas Pendidikan Kota Makassar guna meminta penjelasan serta langkah yang akan diambil terkait laporan tersebut.

Dalam responsnya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar menyampaikan surat edaran dari Satgas MBG Kota Makassar melalui KPPG Badan Gizi Nasional yang berisi informasi mengenai penyediaan saluran pengaduan bagi masyarakat.

Namun demikian, respons tersebut dinilai belum secara langsung menjawab substansi persoalan yang dilaporkan masyarakat.

Di sisi lain, diperoleh informasi bahwa pihak sekolah pada prinsipnya memiliki kewenangan untuk menerima maupun menolak distribusi MBG apabila dinilai tidak sesuai standar.

Namun, di wilayah Kota Makassar, belum terdapat sekolah yang secara terbuka menyatakan penolakan. Sementara itu, di beberapa daerah lain, penolakan terhadap menu MBG yang dinilai tidak layak telah terjadi dan menjadi perhatian publik di media sosial.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi sikap pihak sekolah dalam menyikapi program tersebut.
Menanggapi hal ini, LSM Pakar melalui perwakilannya, Tenriwara, menyampaikan bahwa kepala sekolah diharapkan dapat mengambil langkah dengan mempertimbangkan kepentingan siswa.

“Sekolah memiliki kewenangan untuk menerima atau menolak. Jika menu tidak memenuhi standar gizi, maka seharusnya menjadi bahan pertimbangan untuk ditolak. Ini menyangkut kesehatan dan masa depan anak-anak,” ujarnya.

Ia juga mendorong kepala sekolah di Kota Makassar untuk berani mengambil sikap serupa seperti yang telah dilakukan di daerah lain.
LSM Pakar turut membuka ruang bagi pihak sekolah yang merasa mendapatkan tekanan dalam pelaksanaan program tersebut.

“Jika ada kepala sekolah yang merasa mendapat tekanan, silakan menghubungi kami. Kami siap memberikan pendampingan,” tambahnya.

Polemik ini menjadi perhatian publik dan diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi seluruh pihak terkait, agar pelaksanaan program MBG benar-benar berjalan sesuai tujuan dalam memenuhi kebutuhan gizi anak sekolah.

Redaksi : daftarhitamnews.id
Editor : Galang

Kategori Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Popular

Recent Comments

error: Konten dilindungi!!