Makassar || Daftar Hitam News.Id — Suasana haru menyelimuti Aula Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Selatan di Jalan Sultan Alauddin, Makassar, Kamis (11/6/2026), saat digelar acara Lepas Sambut Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Sulsel dari Rudy Fernando Sianturi kepada Mulyadi.
Kegiatan yang dihadiri jajaran pejabat struktural, pegawai Kanwil Ditjenpas Sulsel, serta para Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Sulawesi Selatan tersebut menjadi momentum penting dalam estafet kepemimpinan Ditjenpas Sulsel yang masih tergolong sebagai organisasi baru pasca restrukturisasi Kementerian Hukum dan HAM menjadi tiga kementerian tersendiri, yakni Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Kementerian Hukum, serta Kementerian HAM.
Rudy Fernando Sianturi tercatat sebagai Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Sulsel pertama sejak terbentuknya struktur baru Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Selama memimpin kurang lebih satu tahun empat bulan delapan belas hari, Rudy dinilai berhasil membawa Ditjenpas Sulsel melewati masa transisi kelembagaan dengan berbagai capaian dan penghargaan.Dalam sambutannya, Rudy mengaku memiliki banyak kenangan selama mengemban amanah di Sulawesi Selatan.
“Saya sangat sedih sekaligus bahagia. Sedih karena harus berpisah dengan keluarga besar Ditjenpas Sulsel yang selama ini telah bersama-sama berjuang, dan bahagia karena melihat organisasi ini mampu berdiri kokoh serta berkembang dengan baik,” ujar Rudy.
Ia menuturkan bahwa masa awal pembentukan Ditjenpas sebagai lembaga tersendiri bukanlah perjalanan yang mudah. Berbagai tantangan harus dihadapi mulai dari penataan organisasi, penguatan sumber daya manusia hingga membangun kemandirian kelembagaan setelah berpisah dari Kementerian Hukum dan HAM.
“Ketika Kemenkumham terbagi menjadi tiga lembaga, kita memulai semuanya dari bawah. Namun berkat kerja keras, dedikasi, dan kekompakan seluruh jajaran, kita mampu membuktikan bahwa Ditjenpas Sulsel bisa berdiri sendiri dan meraih berbagai penghargaan. Semua itu bukan kebetulan, melainkan hasil perjuangan bersama,” ungkapnya.
Rudy juga mengajak seluruh jajaran untuk terus mempertahankan bahkan meningkatkan berbagai prestasi yang telah diraih selama ini dengan tetap membangun sinergitas bersama pimpinan yang baru.
Selain pencapaian organisasi, Rudy mengaku memiliki banyak kenangan pribadi selama bertugas di Sulawesi Selatan. Salah satunya adalah kecintaannya terhadap kuliner khas daerah.
“Saya sangat menyukai Pallu’Mara. Bahkan saya bisa makan makanan itu tiga kali dalam seminggu. Selain itu ada Pallubasa, Coto Makassar, dan Sop Saudara yang menjadi makanan favorit saya selama bertugas di Sulawesi Selatan,” tuturnya disambut senyum para hadirin.
Tak hanya kuliner, berbagai destinasi wisata Sulawesi Selatan juga meninggalkan kesan mendalam baginya. Mulai dari keindahan alam Toraja yang dikenal sebagai negeri di atas awan, Kampung Kalong di Soppeng, pesona pantai Bulukumba, hingga ikon Kota Makassar seperti Pantai Losari, Center Point of Indonesia (CPI), dan kuliner Pisang Epe.
“Keindahan Sulawesi Selatan membuat saya menikmati setiap proses pengabdian di sini. Berbagai tantangan terasa lebih ringan karena didukung oleh suasana daerah yang luar biasa serta dukungan penuh dari seluruh rekan-rekan,” katanya.
Memasuki akhir sambutan, suasana aula mendadak hening ketika Rudy menyampaikan permohonan pamit. Dengan suara bergetar menahan haru, ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran Ditjenpas Sulsel.
“Saya mohon maaf apabila selama memimpin terdapat kekurangan. Terima kasih karena telah menerima saya dengan segala keterbatasan yang saya miliki. Terlalu banyak kesan positif yang teman-teman berikan selama saya bertugas di sini. Berat rasanya menyampaikan kata pamit,” ucap Rudy yang tampak menahan haru.
Sementara itu, Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Kanwil Ditjenpas Sulsel, Muhammad Ali, mewakili seluruh pegawai menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan Rudy Fernando Sianturi selama menjabat.
Menurut Ali, Rudy merupakan sosok pemimpin yang tegas namun tetap mengedepankan pendekatan humanis dalam membina bawahannya.
“Beliau banyak memberikan ilmu, arahan, kebijakan, dan teladan kepada kami. Di balik ketegasannya, beliau memiliki kelembutan dalam membimbing dan memberikan solusi atas setiap persoalan yang kami hadapi,” ujarnya.
Ali juga menyampaikan permohonan maaf mewakili seluruh jajaran atas segala kekurangan selama bekerja bersama Rudy.
“Kami tidak mengucapkan selamat tinggal, tetapi selamat melanjutkan pengabdian dan meraih kesuksesan di tempat tugas yang baru. Jangan pernah melupakan kami di Sulawesi Selatan. Tetaplah membangun komunikasi dengan kami sebagaimana keluarga,” ungkap Ali yang disambut tepuk tangan hadirin.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Sulsel yang baru, Mulyadi, menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan berbagai program dan capaian yang telah dibangun pendahulunya.
Mengawali sambutannya dengan sebuah pantun, Mulyadi menegaskan bahwa dirinya tidak akan banyak berbicara, tetapi lebih fokus pada kerja nyata.
“Saya mungkin tidak memberikan sambutan panjang. Namun saya berharap seluruh pencapaian yang telah diraih selama kepemimpinan Pak Rudy dapat kita pertahankan bahkan tingkatkan. Apa yang belum sempat diwujudkan oleh beliau, mari kita selesaikan bersama,” ujarnya.
Mulyadi juga mengajak seluruh jajaran untuk menjaga kekompakan dan membangun budaya kerja yang produktif demi kemajuan Ditjenpas Sulsel.
“Saya mungkin tidak seperti Pak Rudy yang murah senyum, tetapi saya akan menjalankan kepemimpinan dengan cara saya sendiri. Saya tidak banyak teori, saya lebih banyak bekerja. Karena itu saya membutuhkan dukungan dan kerja sama dari seluruh jajaran Kanwil maupun UPT se-Sulawesi Selatan,” tegasnya.
Ia berharap Ditjenpas Sulsel yang masih berusia muda sebagai lembaga mandiri dapat berkembang menjadi institusi yang semakin profesional, berintegritas, dan mampu bersaing secara nasional.
Acara lepas sambut berlangsung penuh kehangatan dan kekeluargaan. Momen pemberian cendera mata, foto bersama, serta salam perpisahan antara Rudy Fernando Sianturi dan seluruh jajaran menjadi penutup rangkaian kegiatan yang sarat makna tersebut.
Pergantian kepemimpinan ini sekaligus menandai babak baru perjalanan Ditjenpas Sulawesi Selatan dalam melanjutkan berbagai program pembinaan, pelayanan, dan pembimbingan pemasyarakatan yang telah dibangun selama masa transisi kelembagaan. Rudy Fernando Sianturi sendiri selanjutnya mendapat amanah sebagai Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Riau, sementara estafet kepemimpinan Ditjenpas Sulsel kini resmi dilanjutkan oleh Mulyadi.
Redaksi :daftarhitamnews.id
Editor : Galang
