Gowa || Daftar Hitam News.Id — Lapas Narkotika Kelas IIA Sungguminasa terus memperkuat pembinaan warga binaan, tidak hanya melalui keterampilan, tetapi juga dengan membangun kesiapan mental dan sosial menghadapi proses reintegrasi ke masyarakat.
Komitmen tersebut terlihat melalui dukungan Lapas Narkotika Sungguminasa terhadap keberlanjutan Program HOPE-PATH, yang dilaksanakan oleh Tim Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) Universitas Negeri Makassar (UNM).
Program ini dirancang untuk membantu warga binaan mengenali potensi diri, membangun harapan, serta meningkatkan kemampuan menghadapi tekanan dan berbagai tantangan setelah kembali ke lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Sejumlah kegiatan dilakukan dalam rangkaian program, di antaranya refleksi diri, penyusunan tujuan hidup, diskusi kelompok, role play, pemetaan dukungan sosial, hingga latihan pengambilan keputusan.
Pendekatan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun resiliensi warga binaan agar mampu mengambil keputusan secara lebih positif dan adaptif.
Berdasarkan hasil evaluasi program, tingkat resiliensi peserta menunjukkan peningkatan, dari kategori sedang menjadi kategori tinggi setelah mengikuti rangkaian kegiatan HOPE-PATH.
Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Sungguminasa, Ilham Agung Setyawan, menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan program yang dinilai memberikan warna positif dalam proses pembinaan warga binaan.
“Program HOPE-PATH memberikan warna positif dalam proses pembinaan di Lapas Narkotika Sungguminasa. Warga binaan tidak hanya diajak untuk melihat masa lalu, tetapi juga belajar mengenali potensi diri, membangun harapan, dan menyusun tujuan untuk kehidupan yang lebih baik,” ujarnya.
Menurutnya, pembinaan mental dan sosial memiliki peran penting dalam mempersiapkan warga binaan menghadapi kehidupan setelah menjalani masa pidana.
Ilham berharap pengalaman yang diperoleh selama mengikuti program dapat menjadi bekal bagi warga binaan ketika kembali berkumpul bersama keluarga dan beradaptasi di tengah masyarakat.
“Kami berharap pengalaman dan pembelajaran yang diperoleh selama program ini dapat menjadi bekal bagi mereka untuk lebih siap kembali ke keluarga dan masyarakat,” tambahnya.
Dukungan terhadap HOPE-PATH sekaligus memperlihatkan bahwa proses pembinaan di Lapas Narkotika Sungguminasa diarahkan pada pembentukan pribadi yang lebih siap secara psikologis dan sosial.
Dengan meningkatnya resiliensi, warga binaan diharapkan mampu menghadapi tekanan, menentukan pilihan yang lebih konstruktif, serta membangun kembali kehidupan yang lebih positif setelah bebas.
Program HOPE-PATH bukan sekadar kegiatan pengabdian, tetapi menjadi bagian dari upaya memperkuat pembinaan manusia agar warga binaan memiliki harapan, tujuan, dan kesiapan untuk memulai kehidupan baru.
Redaksi : daftarhitamnews.Id
Editor : Galang


