Gowa || Daftar Hitam News.Id — Nilai keagamaan dan kearifan adat kembali menjadi ruang untuk memperkuat hubungan antara aparat penegak hukum dengan masyarakat. Hal itu terlihat dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW atau Maudu’ Adaka Ri Gowa yang digelar di Istana Balla Lompoa, Kabupaten Gowa, Selasa (25/8/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan Srikandi Balira bersama Lembaga Adat Kerajaan Gowa tersebut turut dihadiri Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejaksaan Negeri Gowa, Andi Ardiaman, S.H., M.H., yang hadir mewakili Kajari Gowa Bambang Dwi Murcolono.
Kehadiran Kejari Gowa tidak sekadar menjadi bentuk penghormatan terhadap peringatan keagamaan, tetapi juga menunjukkan pentingnya membangun komunikasi dengan lembaga adat, tokoh agama, tokoh masyarakat serta berbagai elemen masyarakat.
Maudu’ Adaka Ri Gowa menjadi momentum untuk kembali menghidupkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW, khususnya kejujuran, amanah, keadilan dan kepedulian terhadap sesama.
Andi Ardiaman menegaskan bahwa nilai tersebut memiliki keterkaitan erat dengan upaya membangun kesadaran hukum di tengah masyarakat.
“Kejujuran, amanah dan keadilan merupakan nilai yang sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai-nilai tersebut juga menjadi fondasi dalam membangun masyarakat yang sadar dan taat terhadap hukum,” ujarnya.
Menurutnya, penegakan hukum tidak hanya identik dengan tindakan setelah terjadinya pelanggaran. Upaya pencegahan melalui pembinaan, edukasi, keteladanan serta penguatan moral masyarakat juga memiliki peran strategis.
Ia pun mengajak generasi muda untuk tidak meninggalkan akar budaya Gowa di tengah perubahan zaman.
“Adat dan budaya merupakan warisan yang harus dijaga bersama. Di dalamnya terdapat nilai tanggung jawab, penghormatan, persaudaraan dan kebersamaan,” katanya.
Andi Ardiaman juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi. Setiap persoalan, kata dia, sebaiknya diselesaikan dengan mengedepankan aturan dan mekanisme hukum yang berlaku.
“Mari menjaga Gowa dengan semangat persaudaraan, menjunjung tinggi adat dan budaya serta meningkatkan kesadaran hukum. Membangun daerah yang aman dan damai membutuhkan kebersamaan seluruh elemen masyarakat,” pesannya.
Peringatan Maudu’ Adaka Ri Gowa di Istana Balla Lompoa diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi menjadi ruang untuk memperkuat nilai agama, adat dan budaya sekaligus membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya hukum.
Sinergi antara institusi penegak hukum, lembaga adat, tokoh agama dan masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga Kabupaten Gowa tetap aman, tertib dan kondusif, sekaligus memastikan warisan budaya Gowa terus hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Redaksi : daftarhitamnews.Id
Editor : Galang























