Gowa || Daftar Hitam News.Id — Memperingati Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia ke-81, Kejaksaan Negeri (Kejari) Gowa menghadirkan pendekatan berbeda dengan menyapa masyarakat secara langsung melalui program “NGAJAK” (Ngobrol Asyik Bersama Jaksa).
Kegiatan yang dirangkaikan dengan senam pagi bersama Jaksa tersebut berlangsung di kawasan Car Free Day (CFD) Lapangan Syekh Yusuf, Kabupaten Gowa, Minggu (30/8/2026).
Suasana CFD yang sejak pagi dipadati masyarakat menjadi ruang bagi jajaran Kejari Gowa untuk berinteraksi secara lebih dekat dan humanis. Warga yang tengah berolahraga maupun menikmati aktivitas di kawasan CFD tampak antusias mengikuti sesi ngobrol santai bersama para Jaksa.
Kepala Kejaksaan Negeri Gowa Bambang Dwi Murcolono, S.H., M.H. melalui Kepala Seksi Intelijen Kejari Gowa Andi Ardiaman, S.H., M.H., yang hadir sebagai narasumber, didampingi Kasubsi 1 Bidang Intelijen Yusticia Zahrani J., S.H., M.H. serta Jaksa Fungsional Juandarita, S.H.
Andi Ardiaman mengatakan, program NGAJAK merupakan salah satu inovasi Kejari Gowa untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman hukum masyarakat dengan pendekatan yang lebih santai, komunikatif dan mudah dipahami.
“NGAJAK merupakan inovasi Kejaksaan Negeri Gowa untuk edukasi peningkatan kesadaran hukum masyarakat melalui konsep ngobrol santai bersama Jaksa,” ujar Andi Ardiaman.
Menurutnya, dialog yang dikemas secara interaktif tersebut menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan pertanyaan sekaligus mendapatkan pemahaman mengenai berbagai persoalan hukum yang kerap ditemui dalam kehidupan sehari-hari.
Tidak hanya melalui tatap muka, konsep edukasi hukum tersebut juga dikembangkan dalam bentuk podcast, diskusi publik hingga program Jaksa Menyapa melalui media radio.
“Dengan bahasa yang sederhana dan suasana yang santai, masyarakat dapat mengenal lebih dekat tugas dan fungsi Kejaksaan serta memahami persoalan hukum,” jelasnya.
Bangun Kepercayaan Publik
Andi menegaskan, kedekatan dengan masyarakat merupakan bagian dari upaya Kejaksaan untuk membangun dan memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.
Menurut dia, kepercayaan masyarakat tidak cukup hanya dibangun melalui komunikasi, tetapi harus diwujudkan melalui pelaksanaan tugas yang berintegritas, objektif, profesional dan tidak memihak.
Karena itu, Kejaksaan terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia, memperkuat pengawasan internal, mengoptimalkan pendekatan restorative justice, serta meningkatkan edukasi hukum dan pelayanan publik.
“Kejaksaan terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat pengawasan internal, serta mengoptimalkan restorative justice dan edukasi hukum kepada masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, jajaran Adhyaksa juga terus diingatkan untuk meningkatkan kapasitas, menjaga integritas dan menjalankan tugas secara profesional.
Kejaksaan Tak Hanya Hadir Saat Penegakan Hukum
Dalam kegiatan tersebut, Kejari Gowa juga menegaskan bahwa keberadaan Kejaksaan di tengah masyarakat tidak semata-mata berkaitan dengan proses penegakan hukum.
Kejaksaan, kata Andi, juga memiliki peran dalam memberikan kepastian hukum, menjaga keadilan serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kejaksaan ingin hadir sebagai institusi yang terbuka, mampu berkomunikasi dengan masyarakat, serta turut berkontribusi dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat, termasuk mendorong peningkatan ekonomi di daerah,” ungkapnya.
Kegiatan di CFD Lapangan Syekh Yusuf menjadi salah satu bentuk nyata pendekatan tersebut. Masyarakat dapat berinteraksi langsung dengan jajaran Kejari Gowa tanpa suasana formal seperti di kantor atau ruang persidangan.
Antusiasme warga terlihat dari banyaknya masyarakat yang ikut menyaksikan hingga berpartisipasi dalam kegiatan ngobrol santai bersama Jaksa.
Selain kegiatan di ruang publik, Kejari Gowa juga terus mendorong komunikasi hukum melalui program Jaksa Menyapa, salah satunya dengan memanfaatkan siaran radio Rewako FM.
Melalui program tersebut, masyarakat diberikan ruang untuk mendapatkan informasi sekaligus menyampaikan pertanyaan mengenai berbagai persoalan hukum secara langsung kepada Jaksa.
Bagi Kejari Gowa, membangun institusi penegak hukum yang dipercaya masyarakat membutuhkan kehadiran yang konsisten, keterbukaan dan integritas dalam menjalankan kewenangan.
Kejaksaan yang kuat bukan hanya karena kewenangan yang dimiliki, tetapi juga karena kepercayaan masyarakat yang berhasil dijaga.
Momentum Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia ke-81 pun menjadi pengingat bagi seluruh insan Adhyaksa untuk terus memperkuat profesionalisme, integritas dan pelayanan kepada masyarakat.
Selamat Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia ke-81.
Kejaksaan untuk Indonesia. Semakin profesional, berintegritas dan terpercaya.
Redaksi : daftarhitamnews.Id
Editor : Galang


