Senin, Mei 18, 2026

Keluarga Soroti Dugaan Tidak Adanya Penanganan Awal di UGD RS Faisal Makassar

Makassar || Daftar Hitam News.Id — Dugaan tidak optimalnya pelayanan terhadap pasien gawat darurat kembali menjadi sorotan di Kota Makassar. Seorang pasien yang diduga mengalami serangan jantung dilaporkan meninggal dunia setelah sebelumnya dibawa keluarga ke UGD RS Faisal Makassar pada malam Minggu.Senin, 18 Mei 2026.

Berdasarkan keterangan keluarga yang mendampingi langsung korban, sebelum kondisi kesehatannya menurun korban masih sempat melaksanakan salat Isya. Namun tidak lama setelah tiba di rumah, korban mulai mengeluhkan sesak di dada disertai kesulitan bernapas.

“Ibu saya menelepon bilang kalau adik sakit dadanya sesak,” ungkap pihak keluarga.

Karena kondisi korban terus memburuk, keluarga kemudian bergegas membawa korban ke UGD RS Faisal Makassar sekitar pukul 20.00 WITA dengan harapan mendapatkan penanganan medis darurat.

Namun menurut pengakuan keluarga, setibanya di rumah sakit korban diduga belum mendapatkan penanganan awal sebagaimana yang diharapkan terhadap pasien dengan kondisi darurat. Keluarga mengaku justru mendapat penjelasan bahwa rumah sakit mengalami keterbatasan tempat tidur.

“Kami tidak bisa tangani karena sudah habis bed/tempat tidur, pergi miki cari rumah sakit terdekat,” ujar keluarga korban menirukan pernyataan yang disebut disampaikan salah satu orang yang diduga pegawai RS Faisal Makassar.

Keterangan tersebut membuat keluarga mempertanyakan prosedur pelayanan pasien gawat darurat di rumah sakit tersebut, terlebih korban saat itu dalam kondisi sesak dan membutuhkan pertolongan cepat.

Menurut keluarga, korban kemudian diarahkan mencari rumah sakit lain tanpa adanya ambulans maupun bantuan mobilisasi medis lainnya.

Berdasarkan data yang dihimpun media ini, RS Faisal Makassar termasuk salah satu rumah sakit di Makassar yang memiliki layanan penanganan pasien penyakit jantung, sehingga peristiwa ini turut memunculkan pertanyaan dari pihak keluarga terkait prosedur pelayanan yang diterapkan saat korban pertama kali tiba di UGD.

Dalam kondisi panik, keluarga lalu membawa korban ke Rumah Sakit Paru-paru di kawasan Jalan AP Pettarani. Di rumah sakit tersebut korban disebut sempat mendapatkan tindakan medis awal. Namun keluarga mengaku mendapat penjelasan bahwa fasilitas penanganan jantung di rumah sakit tersebut terbatas sehingga korban kembali diarahkan ke rumah sakit lain yang memiliki fasilitas lebih lengkap.

Perjalanan mencari pertolongan medis itu pun berlanjut ke RS Sandi Karsa Makassar. Meski dalam perjalanan kondisi korban disebut sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan, keluarga tetap membawa korban ke rumah sakit tersebut untuk memastikan kondisi medis korban.

Setibanya di RS Sandi Karsa, korban disebut langsung mendapatkan penanganan medis dari petugas rumah sakit.

“Sempat dipasang beberapa kabel dan alat EKG di badannya,” jelas keluarga korban.

Menurut keluarga, pihak RS Sandi Karsa kemudian menyampaikan bahwa korban diduga mengalami serangan jantung. Namun nyawa korban akhirnya tidak dapat diselamatkan.

Peristiwa ini kini menjadi perhatian keluarga korban yang menilai dugaan tidak adanya penanganan awal terhadap pasien dalam kondisi darurat perlu mendapat perhatian serius dan investigasi dari pihak terkait.

Keluarga meminta adanya penelusuran terhadap prosedur pelayanan UGD yang dijalankan saat korban pertama kali tiba di RS Faisal Makassar, termasuk terkait mekanisme penanganan pasien gawat darurat ketika kondisi ruang perawatan penuh.

Sementara itu, setelah media ini melakukan konfirmasi kepada pihak manajemen RS Faisal Makassar melalui Humas RS Faisal, Rony, pihak rumah sakit menyatakan tengah melakukan investigasi internal terkait insiden tersebut.

“Terkait informasi yang bapak berikan, kami langsung tindak lanjuti dan telah melakukan investigasi terkait insiden tersebut. Apakah benar atau tidak, kami lakukan investigasi dulu pak,” jelas Rony saat dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp.

Rony juga menyampaikan bahwa apabila merujuk pada standar pelayanan, pasien gawat darurat seharusnya mendapatkan penanganan awal sesuai prosedur pelayanan UGD yang berlaku.

“Jika melihat dari informasi yang bapak berikan, memang secara standar pelayanan seharusnya teman-teman di pelayanan UGD memberikan penindakan pertama sesuai standar pelayanan yang ditetapkan Kemenkes RI. Tapi kami akan telusuri dulu pak,” tambahnya.

Hingga berita ini dipublikasikan, pihak Humas RS Faisal Makassar menyatakan akan memberikan klarifikasi lanjutan setelah proses penelusuran internal selesai dilakukan.

Informasi dalam pemberitaan ini berdasarkan keterangan pihak keluarga pasien serta hasil konfirmasi awal kepada pihak manajemen RS Faisal Makassar. Seluruh pihak tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah sambil menunggu hasil investigasi resmi dari pihak terkait.

Redaksi :daftarhitamnews.Id

Editor : Galang

Sumber Berita: Keluarga Pasien

Kategori Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Popular

Recent Comments

error: Konten dilindungi!!